Sabtu, 18 Juni 2011

Tujuan Ilmu Pengetahuan


Tujuan Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan mempunyai beberapa tujuan, dan sebagaimana oleh para ilmuwan, tujuan itu dibagi menjadi tujuan secara teoritis dan praktis
1                Secara praktis
Oleh karena ilmu pengetahuan merupakan suatu aktifitas kognitif yang harus mematuhi berbagi kaidah pemikiran yang logis, maka metode ilmiah juga berkaitan sangat erat dengan logika. Dengan demikian, prosedur-prosedur yang tergolong metode logis termasuk dalam pula ruang lingkup metode ilmiah. Ini misalnya ialah deduksi, abstraksi, penalaran analogis, dan analisis analogis.
Selanjutnya, metode ilmiahmeliputi suatu rangkaian langkah yang tertib. Dalam kepustakaan metodologi ilmu tidak ada jesatuan pendapat mengenai jumlah, bentuk, dan urutan langkah yang pasti. Penertian metode tidaj sama pula dengan tehnik. Metode ilmiah adalah berbagai prosedur yang mewujudkan pola-pola dan taat langkah dalam pelaksanaan sesuatu penelitian ilmiah.[1] Pola dan taat langkah dalam pelaksanaan suatu penelitian ilmiah. Pola dan taat langkah procedural itu dilaksanaan dengan cara-cara operasional dan tehnis yang lebih rinci. Cara-cara itulah yang mewujudkan tehnik. Jadi, tehnik adalah sesuatu cara operasional tehnis yang sering sekali bercorak rutin, mekanis, atau spesialistis untuk memperoleh dan menangani data dalam penelitian. Misalnya suatu penelitian terhadap gejala-gejala kemasyarakatan dapat mempergunakan metode survey. Bebagai tehnik yang dilaksanakan pada metode itu antara laim tehnik lapangan (field work), pemeriksaan setempat (investigation), saftar pertanyaan (question naire), dan wawancara (interview). Dalam keilmuwan seprti fisika dan kimia, penelitian terhadap suatu materi dapat menggunakan metode pengukuran, sedang tehnik-tehniknya misalnya ialah tehnik pemasaran atau tehnik tekanan. Berbagai tehnik penelitian itu biasanya memakai pula bantuan macam-macam peralatan (alat-alat peneliitian) seperti terdapat dalam laboratorium.
Demikianlah dalam berbagai bacaan studi ilmu dan filasafat ilmu pengertian ilmu kini oleh sebagian ilmuwan dan filsuf diartikan sebagai metode penyelidikan (method of inquiry).
2                Secara teoritis
Pada dasarnya ilmu adlah sebuah proses yang bersifat rasional dan kognitif, juga bercorak teleologis, yakni mengarah pada tujuan tertentu karena para ilmuwan dalam melakukan aktifitas ilmiah mempunyai tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Ilmu melayani suatu tujuan tertentu yang diinginkan oleh setiap ilmuwan. Dengan demikian, ilmu adalah aktivitasa manusiawi yang bertujuan. Tujuan ilmu itu dapay bermacam-macam sesuai apa yang diharapkan oleh masinh-masing ilmuwan. [2]
Dalam hal ini terjadilah kajamakan atau keanekaan tujuan karena masing-masing ilmuwan merumuskan sesuatu tujuan yang berbeda satu sama lain. Pendapat –pendapat yang berlaianan dari berbagi ilmuwan atau filsuf dapat dikutipka dibawah ini:
a)                     Pernyataan Robert Ackermann
kadang-kadang dikatakan bahwa tujuan ilmu ialah mengendalikan alam, dan kadang-kadang ialah untuk memehami alam”.
b)                     Francis Bacon berpendapat bahwa “tujuan sah dan senyatanya dari ilmu-ilmu ialah sumbangan terhadap hidup manusia dengan ciptaan-ciptaan baru dan kekayaan”.
c)                     Pendapat Jacob Bronowski bahwa(“tujuan ilmu adalah menemukan apa yang benar mengenai dunia ini. Aktifitas ilmu diarahkan untuk mencari kebenaran, dan ini dinilai dengan ukuran apakah benar terhadap fakta-fakta)”.
d)                     Pendapat Mario Bunge
pertama-tama, meningkatkan pengetahuan kita (tujuan intrinsic dan kognitif); kelanjutanya, meningkatkan kesejahteraan dan kekuasaan kita (tujuan-tujuan ekstrinsik atau kemanfaatan).)
e)                     Pendapat Enrico Cantore
“tujuannya ialah menentukan struktur yang terpahami dari realitas yang dapat diamati atau alam.)
f)                      Menurut Albert Enstein
“tujuan ilmu disatu pihak ialah pemahaman selengkap mungkin mengenai prertalian diantara pengalaman inderawi dalam keseluruhannya, dan pihak lain ialah pencapain tujuan ini dengan pemakain sejumlah minimum pengertian-pengertin dasar dan hubungan-hubungan).
Demikianlah, dari segenap kutipan diatas ternyata bahwa ilmu mengarah pada berbagai tujuan. Tujuan-tujuan yang ingin dicapai atau dilaksanakan itu dapat secara teratur diperinci dalam urutan berikut:
§   Pengetahuan (knowledge)
§   Kebenaran (truth)
§   Pemahaman (understanding, comprehension, insight)
§   Penjelasan (explanation)
§   Pengendalian (control)
§   Penerapan (application, invention, production)
Dengan demikian. Ilmu tidak mengarah pada tujuan tunggal yang terbatas melainkan pada macam-macam tujuan yang tampaknya dapat berkembang terus sejalan sejalan dengan pemikiran para ilmuwan. Hal ini diakui oleh Stephen Toulmin demikian.[3] (ilmu tidak memiliki satu tujuan melainkan banyak, dan pertumbuhannya telah melampaui banyak tahap-tahap yang bertentangan. Seperti halnya semua aktivitas kritis, ilmu yidak mempunyai satu melainkan sejumlah tujuan yang bertalian; ini harus berusaha memenuhi semuanya sejauh mungkin dalam keserasian, dal ilmu berhak menentukan tujuan-tujaun baru).



[1] The LIang Gie, Penngantar Filsafa: hal 111.
[2] The Liaang Gie, pengantar Filsafat Ilmu :hal.98.
[3] Stephen Toulmin, Foresight and Understanding: An Enquiry into the Aims of Science, 1961, p. 17 & 115.
Load disqus comments

1 komentar: